Angin Pemekaran Berhembus dari Nusa Tenggara Barat: Berbekal 111 Ribu Penduduk, Sumbawa Besar akan Naik Kelas Jadi Ibu Kota Calon Provinsi Sumbawa

{"uid":"7e3e9940-6a32-46fa-9752-659359863a1d","origin":"gallery","total_effects_time":0,"total_effects_actions":1,"effects_applied":1,"effects_tried":0,"total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"total_editor_time":175,"total_editor_actions":{"text":2,"image":1,"square_fit":1},"photos_added":1,"tools_used":{},"longitude":-1,"latitude":-1,"fte_image_ids":[]}
Pulau Moyo Diving
PicsArt_07-03-11.19.15
PicsArt_07-03-11.18.16
PicsArt_07-03-11.19.15
IMG-20220128-WA0051
Karaci, Seni Pertarungan Adat Sumbawa

Samawanesia.com | Sumbawa, NTB – Sumbawa Besar, kota utama di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah menjadi sorotan karena wacana pemekaran.

Kota ini diisukan akan mengalami pemekaran dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, seiring dengan rencana pembentukan Provinsi Sumbawa.

Sumbawa Besar dipertimbangkan sebagai calon ibu kota provinsi baru ini.

Dikutip Samawanesia.com dari kanal YouTube Mari Banding pada Rabu (3/7/2024), mari kita bahas lebih lanjut mengenai potensi pemekaran ini.

 

Sejarah dan Kependudukan Sumbawa Besar

Sumbawa Besar adalah pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa, yang terletak di Pulau Sumbawa.

Pada tahun 2023, jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa mencapai 521.861 jiwa.

Kota Sumbawa Besar sendiri diisukan akan dimekarkan menjadi kota mandiri, sebagai bagian dari rencana pembentukan Provinsi Sumbawa.

Jika pemekaran ini terjadi, Sumbawa Besar akan menjadi salah satu opsi untuk ibu kota provinsi baru tersebut.

 

Potensi Wilayah Sumbawa Besar

Rencana pembentukan kota baru di Pulau Sumbawa sebenarnya sudah lama bergulir, dikenal dengan nama Sumbawarea atau Samawarea.

Wilayah ini mencakup lima kecamatan di Kabupaten Sumbawa: Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Hilir, dan Moyo Utara.

Peta Wacana Provinsi Pulau Sumbawa

Namun, jika lima kecamatan ini digabungkan, wilayahnya akan terlalu luas, yaitu 840,6 km², dengan jumlah penduduk hanya 160.010 jiwa. Kepadatan penduduknya akan menjadi 190 jiwa per km².

Sebagian besar wilayah ini adalah area pertanian dan hutan. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk membahas pemekaran Sumbawa Besar hanya pada area perkotaannya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, syarat suatu daerah dapat dimekarkan adalah memenuhi syarat dasar kewilayahan dan kapasitas daerah.

 

Wilayah dan Kepadatan Penduduk

Wilayah perkotaan Sumbawa Besar mencakup tiga kecamatan: Sumbawa, Unter Iwes, dan sebagian Labuhan Badas.

Kota ini terdiri dari 8 kelurahan dan 11 desa. Untuk memenuhi syarat minimal kota, perlu ada pemekaran satu kecamatan lagi.

Jika hal ini terwujud, Kota Sumbawa Besar akan memiliki luas sekitar 219,35 km², menjadikannya kota terluas ke-37 di Indonesia, menggeser Kota Bekasi di Jawa Barat yang memiliki luas 210,49 km².

Jumlah penduduk Sumbawa Besar pada tahun 2023 mencapai 111.383 jiwa, yang akan menempatkannya di peringkat 89 kota terpadat di Indonesia.

 

Infrastruktur dan Transportasi

 

Pesona Alam Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo. insert photo: Masablu

Sumbawa Besar memiliki akses transportasi yang cukup baik. Jalan Raya Lintas Sumbawa menghubungkan kota ini dengan wilayah lainnya.

 

Terdapat Pelabuhan Badas yang berfungsi sebagai pelabuhan logistik dan stasiun Pertamina Badas.

Selain itu, Bandara Sultan Muhammad Kaharudin III melayani transportasi udara.

 

Ekonomi dan Pembangunan

Ekonomi Kabupaten Sumbawa didukung oleh tiga sektor utama: pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan total kontribusi sebesar Rp6,88 triliun.

Perdagangan menyumbang Rp2,92 triliun, dan konstruksi Rp2,24 triliun. Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa adalah 71,68 poin, dengan angka harapan hidup 68,02 tahun.

PDRB Kabupaten Sumbawa pada tahun 2023 mencapai Rp7,51 triliun, dengan PDRB per kapita Rp38,26 juta.

Jika dimekarkan, PDRB Kota Sumbawa Besar diperkirakan mencapai Rp4,26 triliun.

 

Kesimpulan

Jika Sumbawa Besar berhasil dimekarkan, maka akan ada dua kota di Pulau Sumbawa dengan kondisi yang hampir serupa.

Sumbawa Besar memiliki luas sekitar 219 km² dan penduduk 111.000 jiwa, sedangkan Kota Bima memiliki luas 222 km² dan penduduk 150.000 jiwa.

PDRB Sumbawa Besar diperkirakan hampir sama dengan Kota Bima, sekitar Rp4,26 triliun.

 

Apakah Sumbawa Besar layak dimekarkan menjadi kota? Apakah sebaiknya dimekarkan area perkotaannya saja yang seluas 219 km², atau usulan Sumbawarea yang seluas 840 km²?

 

Editor : Alessio Radhietya

Sumber: Youtube Mari Banding

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *