DEMONSTRASI SOAL HARGA JAGUNG MEROSOT : POLRES SUMBAWA PUKUL RATA KADER HMI DAN KOHATI CABANG SUMBAWA

  • Sumbawa Besar, 23 Mei 2024 Masehi, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa melaksanakan Demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan Kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pengusaha-Pengusaha yang ada di kabupaten Sumbawa karena gagal dalam pengawasan dan pelaksanakan Surat Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS) tentang : Fleksibilitas Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditi Jagung, dengan Nomor Surat : 136/TS.02.02/K/4/2024.

Dalam hal yang bersamaan Kami dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa menjabarkan terkait Surat Edaran Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Sumbawa tentang : Hasil Acuan Pangan (HAP) di Tingkat Produsen, dengan Nomor Surat : 500.1/490/Ekon-SDA/2024 yang juga merujuk dengan Ketentuan Surat dari BAPANAS tersebut, pada pokoknya Baik itu Mitra Bulog, Bulog Cabang Sumbawa, Pengusaha/Pelaku Usaha Jagung yang ada di Kabupaten Sumbawa harus melaksanakan Surat tersebut (Yahdil, Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa)

HMI Cabang Sumbawa telah melaksanakan hearing di Kantor DPRD Sumbawa (Rabu, 22 Mei 2024 M), menghadirkan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, BULOG Sumbawa, Pelaku Usaha Jagung di Sumbawa (PT. GARUDA, PT. SUBUR MEGA PERKASA, PT. SUL, PT. SEGER AGRO NUSANTARA, PT. SENTRAL) yang pada kesimpulannya BULOG Sumbawa menyatakan sikap akan meningkatkan pengawasan dan membuat intruksi beserta pernyataan untuk mitra BULOG segera membeli komoditi jagung sesuai dengan HAP tersebut. Dengan ketentuan Kadar Air, 15% (5.000), Kadar Air, 20% (4.725), Kadar Air, 25% (4.450), Kadar Air, 30% (4.200).

Baca Juga:   Berikut 5 Kabupaten dengan jumlah Provinsi Nusa Tenggara Barat Janda Tertinggi di

Penyataaan dari Pelaku usaha tersebut di atas, tidak bersedia melaksanakan Aturan dari BAPANAS dan SEKDA Kabupaten Sumbawa dan Pengusaha tersebut masih menyerap hasil Panen Jagung sumbawa dengan harga (3,700/3.800) dengan Kadar Air, 16-17%. Tentu hal tersebut menyayat seluruh hati kami selaku kader HMI Cabang Sumbawa, karena pengusaha tersebut tidak melaksanakan aturan yang semestinya harus segera di tindak lanjuti.

Hal tersebutlah yang melatar belakangi HMI harus turun ke jalan (Demontrasi) untuk menyuarakan jeritan para Petani Sumbawa,

 

Kami melaksanakan aksi Demonstrasi tersebut di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin IV tersebut karena Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Jagung tersebut, dan DPRD Kabupaten Sumbawa tidak bisa menyelesaikan Persoalan ini, dengan Demikian Kami dari HMI Cabang Sumbawa menjadikan bandara sebagai objek vital nasional harus di jadikan tempat Aksi Demonstrasi ini, karena soal Komoditi jagung ini merupakan Pembahasan serius di tingkat Nasional dan Seluruh Daerah di Indonesia harus tahu bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa sedang abai dengan Aturan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat (Sekretaris Umum HMI Cabang Sumbawa/Koordinator Lapangan Aksi Demonstrasi)

 

berharap menjadi atensi seluruh lapisan masyarakat kader HMI di Paksakan bubar dengan cara tendang, pukul, seret Kader HMI Cabang Sumbawa oleh Anggota POLRES Sumbawa .

Kami menyaksikan kronologi tersebut, salah-satu kader kami atas nama SUHRA di seret paksa oleh seseorang yang menggunakan helm, masker, berbadan gempal. POLISI yang seharusnya mengayomi mengamankan ikut turut serta menendang, pukul, seret kader-kader HMI sampai di tangkap berjumlah 18 Orang (Wahyudin, Landa, Bayu, Naef, Yuda, Khairul, Dinaesta Nurianyah, Ossy, Pipit, Fitra, Suhra, Suhardin, Danis, Sandri, Yusuf, Buman, Sahrul, dan Iqbal) Kader KOHATI kami atas Nama Nurjannah itu di tendang oleh Seorang Anggota Polres Sumbawa. (Yahdil/Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa)

Baca Juga:   Berikut 5 Kabupaten dengan jumlah Provinsi Nusa Tenggara Barat Janda Tertinggi di

Hal ini membuat kami semakin geram, Pelaku Usaha Jagung yang tidak taat Aturan ditambah Polres Sumbawa yang Kasar ini pertanda bahwa gema aktivis harus semakin di kobarkan, kami dari HMI Cabang Sumbawa akan kembali mengawal hal tersebut menuntut Kapolres Sumbawa harus di Copot dan Oknum-Oknum yang telah berlaku kasar tersebut harus di pecat, serta Pelaku Usaha Jagung yang tidak serius dalam mengindahkan Surat BAPANAS DAN EDARAN SEKDA Sumbawa dengan segera harus di cabut izinya karena telah mengkhianati aturan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. (Yahdil/Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *