SUMBAWA DARURAT NARKOBA

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa menyoroti terkait peningkatan kasus narkoba di kabupaten Sumbawa : Sumbawa merupakan Kabupaten yang memiliki wilayah yang sangat luas sehingga dalam proses penanganan kasus NARKOTIKA di beberapa Desa seperti: Alas, Bugis, Irian, Brang Bara, Kebayan dan Brang Biji (Media Antara) merupakan Desa-Desa yang terkenal dengan peredaran dan mengkonsumsi Narkoba. Sehingga dalam beberapa Desa inilah yang menjadi pusat penanganan Narkoba, dalam UU No. 35 Tahun 2009 menjelaskan produk hukum yang “mengatur tentang peredaran dan penyalagunaan narkotika di Indonesia”, sedangkan dalam UU No. 02 Tahun 2002 pasal 15 ayat 1 huruf (c) yang menjelaskan tentang tugas kepolisian yang berbunyi “mencegah dan menanggulangi penyakit masyarakat”, landasan inilah yang menjadi dasar pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Pada Senin, 29 Januari 2024 lalu Polres Sumbawa mengungkap 10 kasus dan mengamankan 12 orang tersangka, dalam penjelasan AKBP. Heru Muslimin dalam Press Release “menjelaskan tentang barang bukti yang diamankan sebanyak 40,84 gram. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menunggu pembeli yang datang. Ada juga yang mendatangi pembeli yang memesan, jadi yang memesan ada semacam delivery order atau di antar kerumah. Kapolres juga memaparkan perbandingan perkara NARKOBA pada tahun 2023 sebanyak 74 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 61 kasus, tentu dalam hal ini ada peningkatan sebanyak 13 perkara”. (Kabar Sumbawa)

Baca Juga:   Angin Pemekaran Berhembus dari Nusa Tenggara Barat: Berbekal 111 Ribu Penduduk, Sumbawa Besar akan Naik Kelas Jadi Ibu Kota Calon Provinsi Sumbawa

Peningkatan kasus tersebut bukanlah hal yang patut di apresiasi karena seharusnya ada upaya-upaya pencegahan dalam kasus peningkatan Narkoba di Kab. Sumbawa, dengan upaya penanganan jalur laut karena memang tidak mungkin peredaran Narkoba yang terjadi itu di produksi di Kab. Sumbawa pastinya ada jalur masuk tertentu, salah satunya jalur laut seperti di Selat Lomban dan Alas. Bisa kita lihat hampir di setiap Kecamatan yang ada di Sumbawa memiliki Polsek masing-masing dan dibagi lagi dalam setiap desa itu memiliki BHABINKAMTIBNAS. Di sinilah kita melihat bahwa BHABINKAMTIBNAS tidak lah mengfungsikan dirinya sebagai pengawas sebagaimana disebutkan dalam UU No. 02 Tahun 2002 tentang Tri Darma Kepolisian. Karena memang yang kita lihat di Kab. Sumbawa tingkat Narkobannya semakin meningkat bukan semakin menurun, hampir semua kalangan muda, remaja dan pelajar itu mengkonsumsi dan menjadi peredar Narkoba itu sendiri.

  1. Dalam proses ini kita belum melihat pihak kepolisian lebih khusus pihak SATUAN RESERSE NARKOBA Sumbawa mampu untuk benar-benar merantas kasus Narkoba yang ada di Sumbawa, kita menginginkan bahwa Kapolres Kab. Sumbawa harus serius dalam menangani kasus ini, bukan hanya tentang mengamankan kalangan-kalangan peredar kecil tapi kami ingin polres sumbawa benar-benar merantas Narkoba sampai keakar-akarnya. //Y & DN.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *