KAPOLRES SUMBAWA BESAR “TIDAK BERNYALI

Lihatlah dua kali jikalau ingin menemukan kebenaran, lihatlah sekali saja jikalau ingin menemukan keindahan”

(Hendri Frederic Amiel)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan Organisasi kemahasiswaan yang konsisten bergerak di internal kampus dan eksternal kampus. HMI memiliki struktur dari yang paling tertinggi yaitu Pengurus Besar, Badan Koordinasi, Cabang, dan yang terakhir Komisariat, untuk mempertanggungjawabkan misi Keislaman-Keindonesiaan atau Keummatan-Kebangsaan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa mengagendakan Public Hearing (Forum komunikasi timbal balik) ke POLRES SUMBAWA BESAR dengan tema “Gejolak Kriminalitas dan Penyalahgunaan NARKOTIKA di Kabupaten Sumbawa” dengan tujuan membedah dan menganalisa kenapa soal-soal KRIMINALITAS DAN NARKOTIKA ini. Belum bisa tertangani dengan tuntas ?

Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Saudara Yahdil dalam Pengantarnya menegaskan “bahwa NARKOTIKA di kabupaten Sumbawa ini bukanlah isu yang bergulir satu atau dua tahun belakangan, ini adalah isu yang cukup klasik tapi eksistensinya kian meningkat, setelah menganalisa data-data terbaru pada tahun 2022 ada 65 kasus penyalahgunaan NARKOTIKA di kabupaten Sumbawa, Tahun 2023 surplus menjadi 72 Kasus, dan Bulan Januari sampai Maret 2024 terdata 21 Kasus telah terungkap.

  1. Sehingga hal tersebut membuat kami resah sebagai pemuda, karena kami peduli dengan kondisi sekitar, lantas apa saja yang menjadi penyebab hal ini terjadi, asumsi kami dengan data tersebut bahwa KAPOLRES SUMBAWA BESAR saat ini, AKBP Heru Muslimin, S.IK.,M.IP tidak lebih baik dari KAPOLRES sebelumya, dan terkesan tidak benar-benar serius dalam meberantas penyalahgunaan NARKOTIKA di Kabupaten Sumbawa”.
Baca Juga:   Angin Pemekaran Berhembus dari Nusa Tenggara Barat: Berbekal 111 Ribu Penduduk, Sumbawa Besar akan Naik Kelas Jadi Ibu Kota Calon Provinsi Sumbawa

WAKAPOLRES Sumbawa Besar “IWAN” dan KASAT INTELKAM Polres Sumbawa Besar “AMALY” menyampaikan bahwa “kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas NARKOTIKA di Kabupaten Sumbawa, akan tetapi luasnya Kabupaten Sumbawa dan keterbatasan jumlah anggota kami menjadi pemicu hal ini sulit terselesaikan, upaya-upaya yang telah kami lakukan berupa sosialisasi, cek urin, dan penidakkan. Sampai saat ini kami informasikan ke teman-teman HMI bahwa di Kabupaten Sumbawa ini tidak ada tempat memproduksi NARKOTIKA, pemetaan Zona sudah jelas dan terang, seperti di Desa Serading di Kecamatan Moyo Hilir, akan tetapi jika dilaksanakannya penindakkan dengan tergesa-gesa maka banyak dampak lain bisa jadi akan berkonflik hebat dengan masyarakat setempat, dan yang terakhir untuk kami mengakses pelabuhan tertentu kami memiliki keterbatasan karena kami harus membayar untuk kesana dan anggaran soal NARKOTIKA ini sedikit”

Kajian Penulis bahwa soal-soal ini clean and clear. Menganalisa kondisi tersebut seharusnya sumbawa sudah bebas dari NARKOTIKA. Akan tetapi lemahnya koordinasi dengan pihak-pihak lain seperti TNI, PEMDA, BNN dan lembaga lainnya sehingga masalah ini abai dari pembahasan FORKOPIMDA KABUPATEN SUMBAWA. Maka dengan ini HMI Cabang Sumbawa mengusulkan “Pertama, Pelabuhan Utama atau “Pelabuhan Tikus” itu harus benar benar di kunci dengan serius, karena kalau hal tersebut di kunci maka akan menekan angka penyebaran NARKOTIKA di kabupaten Sumbawa.

Baca Juga:   Angin Pemekaran Berhembus dari Nusa Tenggara Barat: Berbekal 111 Ribu Penduduk, Sumbawa Besar akan Naik Kelas Jadi Ibu Kota Calon Provinsi Sumbawa

Kedua, meningkatkan pengawasan di seluruh Zona yang telah menjadi pemetaan Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya yang selanjutnya di singkat SATRESNARKOBA dengan usaha tersebut maka oknum-oknum tersebut akan terjaring melalui pengawasan dan penindakan.

Ketiga, KAPOLRES Sumbawa Besar harus mempertanggungjawabkan secara etis maupun secara Struktural ke FORKOMIPDA Kabupaten Sumbawa, tapi sampai saat agenda hearing pagi tadi Rabu, 27 Maret 2024 M tidak terjawab sedikitpun soal keterlibatan FORKOMPIMDA secara maksimal untuk memberantas NARKOTIKA di Kabupaten Sumbawa. Karena menurut perspektif penulis, sebab NARKOTIKA ini muncullah masalah-masalah baru seperti ; kenakalan remaja, pencurian, penipuan, yang merupakan kumpulan dari gejolak kriminalitas. Sehingga kesimpulan dari penulis ; KAPOLRES SUMBAWA BESAR TIDAK BENAR-BENAR SERIUS MEMBERANTAS NARKOTIKA DI KABUPATEN SUMBAWA

“Hal pertama yang perlu dilakukan saat hendak mendorong perubahan adalah mengubah cara berfikir dan berprilaku” (Prof. Rhenald Kasali, Ph.D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *